Serum Collagen

Kolagen adalah “lem” tubuh, karena merupakan komponen protein pembentuk struktur kulit, otot, dan pembuluh darah yang berbentuk serat tripel heliks. Secara alamiah, sedikitnya satu persen kolagen kita hilang setiap tahun. Karenanya, pada usia 30 tahun, manusia kehilangan kolagen sekitar 15 ­ 20 persen. Pada usia 50 tahun yang hilang mencapai 35 ­ 40 persen.

Itu sebabnya, saat kolagen semakin menipis, kulit berangsur kendur, berkerut, dan penuh guratan. “Ibarat bantal kurang kapuk, sarungnya tampak peyot dan kusut. Asupan makanan yang mengandung vitamin C sangat membantu pembentukan kolagen,” kata Tridia.

Dari luar, orang sering memakai serum kolagen. Serum kolagen berisi kolagen dari binatang atau tumbuhan, misalnya gandum. Serum ini mengandung asam amino, yang gunanya melembapkan dan memberi nutrisi pada kulit. Selain itu, juga melembutkan dan menyamarkan keriput akibat penuaan kulit.

Akan tetapi, “Sebetulnya, fungsi pemberian nutrisi bagi kulit lewat serum kolagen masih menjadi bahan perdebatan. Memberi nutrisi pada kulit bukanlah perkara semudah mengoleskan krim di kulit, karena nutrisi yang dibutuhkan oleh kulit dihasilkan lewat makanan yang langsung masuk ke dalam tubuh. Bukan lewat olesan dari luar,” terang Tridia.

Kesulitan utama kolagen buatan untuk menembus epidermis kulit karena ukuran molekulnya yang besar, diatas 15.000 Dalton. Sedangkan molekul terbesar yang bisa menembus kulit hanya 5.000-an Dalton. “Jadi, sekali lagi, iming-iming produk kosmetika yang menawarkan kolagen yang bisa menembus ke dalam kulit dan mengganti kolagen alami kulit yang sudah hilang karena usia, sampai sekarang masih diperdebatkan,” pesan Tridia.

Anda tak harus ke dokter kulit untuk mendapatkan resep serum. Banyak salon kecantikan dan produsen kosmetika menyediakannya. Namun, seperti biasa, hati-hatilah memilih salon dan produk yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *